Berbagai hal telah menghantamku satu per satu seakan tanpa henti. Walau harus aku akui bahwa diantara kesulitan dan masalah yang kuhadapi terkadang ada penghiburan dan kebahagiaan yang juga muncul bersamanya.

Rencanaku sebagai manusia memang tidak akan pernah bisa mengalahkan apa yang menjadi rencana Ida Hyang Paramakawi. Beberapa bulan belakangan merupakan sebuah perjalanan panjang yang terasa sangat berat bagiku. Semua rencana ku, semua prediksi kesempatan yang menjadi harapanku, semua kesempatan seolah dibantahkan oleh rencana Ilahi.

Apakah aku mengalami keruntuhan akan kepercayaan. Jawabku adalah IYA, aku sempat mengalami ketidak percayaan ini. Berbagai peringatan telah diberikan melalui perpanjangan tangan dari kawan. Namun sebuah keyakinan pada Tuhan yang ternyata adalah lebih merupakan kepercayaanku pada pikiranku sendiri telah membutakanku. Membuatku bimbang seolah Tuhan tidak menjagaku – sebab sesungguhnya Ida Hyang Paramakawi, Tuhan Yang Maha Kuasa telah menentukan yang terbaik bagiku dengan caraNya sendiri – Bukan dengan caraku.

Cara manusia yang sangat klise dimana terdapat ego yang menonjol, sehingga ingin untuk tetap Tampak baik, tetap Tampak tak bersalah dihadapan manusia. Namun, di hari ini Purnama 18 Desember 2021m aku menyadari bahwa kesalahanku adalah meyakini pikir dan rencanaku. Bukankah sudah jelas dikatakan olehNya bahwa – Rencanaku lah yang terbaik, terlapas terasa pahit pada saat terjadi namun akan indah pada waktunya.

Sebuah video mengingatkan kepadaku bahwa Ilmu paling tinggi di dunia ini adalah ilmu Ikhlas. Tidak perlu mencari pembenaran namun menyampaikan kebenaran. Berusaha tanpa secara maksimal tanpa harus menaruh expektasi tinggi, cukup dengan memberikan yang terbaik dan memohon agar diberikan yang terbaik Kepada Hyang Paramakawi.

IKHLAS untuk Tampak BURUK – karena memang manusia tidak sempurna,
IKHLAS untuk mendapati KETIDAKMAMPUAN – karena hanya Hyang Paramakawi yang Maha,
IKHLAS untuk menerima jalan dan ujian darinya – karena inilah yang menempa menjadi lebih baik,
IKHLAS untuk BERSALAH sehingga kemudian hari kita tahu mana yang BENAR,
IKHLAS untuk mengakui KEKALAHAN – karena dengan Demikian kita bisa bersyukur,

Hari ini aku benar-benar di titik terendah. Namun aku tidak mau kalah. Aku tidak akan menyerah karena aku masih bisa melakukan yang tidak mungkin sekalipun selama aku mendapatkan restu dari Hyang Parakawi. Ini adalah perjalanan yang harus aku hadapi.

Sungguh salah jika aku harus menyerah saat ini. Aku hanya perlu untuk bisa menerimanya dengan lapang dada. Menerima disalahkan dan dipandang tidak mampu, sebab memang seharusnya aku tidak malu – karena Hyang Parakawi-lah yang memiliki kemampuan. Hanya dengan ijin dan kuasanya saja-lah aku akan mendapatkan ijin untuk dimampukan.

Masih ada istri yang kukasihi, ada anak-anak yang mengharapkan aku untuk mampu melewati segala tantangan yang ada dengan baik, Masih ada orang tua ku yang bertumpu pada kehidupanku untuk bisa mendapatkan kebahagiaan. Jadi, jika aku menyerah saat ini – terlalu banyak yang akan aku kecewakan.

Tengah mala minim aku bersungguh dan membangun kembali percaya diriku dan percayaku pada Hyang Paramakawi – bahwa aku menerima segala keterbatasan dan ketidakmampuanku sebagai manusia dengan memohonkan segala kemampuan, kekuatan dan dibaik-kan atas ijin Hyang Paramakawi.

This is my path, this is my journey.
I am claiming the presence of God on my life again,
I am claiming God’s permission on me – to change impossibility becomes possible to.
Let me try my best I can do – while God also does His works on me.
I am chosen by God, so why should I be afraid?

I will do my best right now,
What will happen tomorrow – let be God decision
I know that will be the most suitable for me

(Pan Galih, Dec 18th, 2021)